PortalLombok.com, CIBINONG – Pembelajaran hospitality tidak hanya dapat dilakukan melalui teori dan hafalan. Siswa juga perlu memahami bagaimana menghadapi tamu, memberikan pelayanan, hingga menangani berbagai situasi yang mungkin terjadi di dunia perhotelan.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, hadir SIMULOKA (Hospisimulator Budaya), sebuah inovasi media pembelajaran interaktif yang mengajak siswa belajar hospitality melalui pengalaman simulasi. Program ini dilaksanakan במסגרת Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) bersama SMKN 2 Cibinong sebagai mitra program.
SIMULOKA memadukan pembelajaran teknis hospitality, teknologi simulasi, dan nilai-nilai budaya lokal. Melalui pendekatan Guest Cycle Simulation, siswa tidak hanya mempelajari konsep pelayanan, tetapi juga diajak untuk mempraktikkan berbagai situasi yang relevan dengan dunia kerja.
Sebanyak 15 siswa kelas XI Konsentrasi Keahlian Perhotelan terlibat dalam uji coba program ini. Mereka merupakan sampel dari total 95 siswa yang menjadi populasi program di SMKN 2 Cibinong.
Hasil pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta. Rata-rata nilai siswa yang sebelumnya berada pada angka 55,00 saat pre-test, meningkat menjadi 97,67 pada post-test setelah mengikuti pembelajaran berbasis SIMULOKA. Secara relatif, peningkatan pemahaman peserta mencapai 51,2 persen.
Dalam proses pembelajarannya, SIMULOKA menerapkan tiga tahapan utama. Tahap pertama, Service Foundation, berfokus pada penguatan dasar-dasar pelayanan, etika komunikasi, dan standar kerapian.
Selanjutnya, pada tahap Guest Cycle Simulation, siswa diajak mempraktikkan alur pelayanan tamu, mulai dari proses check-in, masa menginap, pelayanan front office, hingga housekeeping.
Pada tahap terakhir, yaitu Service Recovery, siswa menghadapi simulasi penanganan komplain dan berbagai situasi khusus yang disusun berdasarkan studi kasus industri.
Konsep pembelajaran tersebut dihadirkan sebagai upaya untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kondisi dunia kerja. SIMULOKA mengusung tagline “Local Culture, Global Hospitality”, dengan mengintegrasikan standar pelayanan industri perhotelan bersama nilai-nilai kearifan lokal.
Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya diarahkan untuk memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memahami nilai keramahan, kesopanan, empati, serta keberagaman budaya dalam memberikan pelayanan.
Kualitas dan kebermanfaatan SIMULOKA juga memperoleh respons positif. Berdasarkan hasil evaluasi, validasi ahli media dan materi mencapai 100 persen, begitu pula dengan validasi dari praktisi industri hospitality. Tingkat kepuasan dan respons positif peserta terhadap pembelajaran juga mencapai 100 persen.
Pendamping mitra dari SMKN 2 Cibinong, Wulan, S.Pd., menilai SIMULOKA sebagai inovasi yang menarik dan relevan dalam mendukung pembelajaran di bidang perhotelan.
Menurutnya, media tersebut membantu siswa memahami sekaligus mempraktikkan budaya hospitality secara lebih interaktif dan kontekstual. Kehadiran program ini juga dinilai memberikan manfaat dalam membantu siswa mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
Hal serupa dirasakan oleh salah satu peserta program, Al Gibran. Ia mengaku sebelumnya mengalami kesulitan dalam memahami materi dasar perhotelan dan housekeeping. Setelah mencoba SIMULOKA, ia merasa lebih mudah memahami materi karena dapat langsung melakukan praktik dan mengikuti evaluasi melalui aplikasi.
Keberhasilan SIMULOKA didukung oleh pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning. Peserta didik tidak hanya menghafal standar operasional pelayanan, tetapi juga dituntut untuk mengambil keputusan dalam situasi yang disajikan melalui modul interaktif.
Selain itu, integrasi identitas budaya lokal dan standardisasi kebutuhan industri menjadi bagian dari konsep yang dikembangkan dalam media pembelajaran tersebut.
Dengan peningkatan pemahaman peserta hingga 51,2 persen, SIMULOKA menunjukkan bagaimana teknologi simulasi dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan dekat dengan kebutuhan dunia kerja. Inovasi ini juga menjadi upaya untuk mengembangkan pendidikan vokasi hospitality yang adaptif terhadap teknologi tanpa meninggalkan nilai dan identitas budaya Indonesia.
Sumber: Rilis Prodi Pengelolaan Perhotelan Polimedia
Penulis : (PL-01)




