Portallombok – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Komisi V, Ir. Made Selamat, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat yang diserap selama masa reses. Aspirasi tersebut mencakup sektor pendidikan, kegiatan kemahasiswaan, hingga pengembangan desa wisata berbasis masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Made Selamat saat menggelar reses di Mataram bersama kalangan Grahapala Rinjani Universitas Mataram, Jumat (12/6/2026). Menurutnya, seluruh masukan yang diterima dari masyarakat, pelajar, dan mahasiswa akan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku.
“Saya menerima banyak aspirasi dari masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa. Semua aspirasi itu harus diperjuangkan melalui mekanisme dan proses yang formal,” ujarnya.
Di bidang pendidikan, Made menyoroti kondisi SMA Negeri 11 Mataram yang dinilai masih membutuhkan perhatian lebih dibandingkan sekolah lainnya di Kota Mataram. Ia menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu fokus yang terus diperjuangkan.
Selain itu, perhatian juga diberikan kepada kegiatan kemahasiswaan yang dinilai memiliki manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat. Menurutnya, banyak aktivitas mahasiswa yang selama ini dibiayai secara mandiri, mulai dari penelusuran gua, penelitian lingkungan, hingga kegiatan pelestarian alam.
“Kegiatan mahasiswa bukan sekadar kegiatan rekreasi. Banyak yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Karena itu perlu difasilitasi dan dibantu melalui program-program pemerintah,” katanya.
Ia menjelaskan, dukungan terhadap berbagai kegiatan tersebut dapat diperkuat melalui dana aspirasi anggota legislatif untuk melengkapi program pemerintah yang belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Grahapala Rinjani Universitas Mataram juga menyampaikan kebutuhan peningkatan sarana penunjang kegiatan. Salah satunya fasilitas panjat tebing atau wall climbing yang saat ini memiliki tinggi enam meter dan dinilai belum memenuhi standar. Mereka berharap fasilitas tersebut dapat ditingkatkan menjadi 12 meter agar lebih representatif dalam mendukung pembinaan dan aktivitas mahasiswa.
Tidak hanya pendidikan dan kepemudaan, Made Selamat juga menaruh perhatian terhadap pengembangan desa wisata di NTB. Menurutnya, banyak destinasi wisata yang berkembang saat ini belum sepenuhnya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat karena pengelolaannya masih didominasi oleh investor maupun perorangan.
“Kita ingin desa wisata itu menjadi milik desa, bukan hanya milik perorangan. Dengan begitu manfaat ekonominya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai NTB memiliki banyak potensi wisata alam dan kuliner yang belum tergarap secara maksimal. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan lebih kreatif dalam menghadirkan kebijakan yang mampu mendorong pengembangan desa wisata berbasis masyarakat.
Made berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan dapat mempercepat pengembangan sektor pendidikan, kepemudaan, serta pariwisata berbasis desa di NTB.



